Fenomena Leak di Bali

December 21, 2007 - 59 Responses

Fiuh, akhirnya bisa online lagi😀 padahal lagi bosen-bosennya sama aktivitas internet, maklum lagi konsen sama pekerjaaan di real life. Tema postingan kali ini termasuk kategori yang sudah basi alias sudah umum banget, yaitu tentang salah satu fenemona mistik di pulau dewata, Bali. Pulau yang selain populer dengan keindahan alamnya ini, juga menyimpan berbagai budaya beraroma mistik, hiiii takut😦. Salah satu yang paling populer adalah tentang manusia jadi-jadian, yang dikenal dengan istilah Leak. Satu yang pasti adalah fenomena leak merupakan salah satu realitas kehidupan masyarakat pemeluk Hindu di Pulau Dewata yang penuh dengan atmosfir mistis dan magis.

Menurut cerita-cerita yang aku denger, mereka, para Leak ini, menyembah Sang Bethari Durga, dan ilmu ini erat kaitannya dengan kisah cerita Calonarang. Ilmu perleakan umumnya dibagi dua, ada Leak hitam yg biasanya di gunakan buat santet, ada juga Leak putih, yang di gunakan buat pengobatan. Ilmu leak tersebut enggak bakal habis tujuh turunan, artinya akan terus diwariskan ke anak-cucu si Leak tsb, kasihan khan?.

Salah satu dari master Leak di Bali yang diakui kehebatannya adalah Jero Mangku Teja (berasal dari desa Bangbang, Kabupaten Bangli). Dia ini adalah seorang seniman tari Calonarang yang biasa memerankan Leak, tokoh beraliran hitam berwujud Bhutaatau Rhande. Konon, epos Calonarang ini diadopsi dari cerita sejarah kerajaan Hindu Daha Kediri, Jawa Timur, yang mengajarkan makna ajaran hidup manusia. Dalam ajaran Hindu di yakini ada rwa bhineda, dua sisi kehidupan manusia yang tak terpisahkan, yakni dharma dan adharma atau perbuatan baik dan buruk. Oleh tarian itu, perbuatan baik dipersonifikasikan dalam wujud barong jelmaan Dewa Wisnu melawan perbuatan buruk Rhande atau Bethari Durga yang berwajah seram dengan gigi taring meruncing dan lidah memanjang, hiiiiiii😦.

Kembali ke soal Mangku Teja, dia ini tidak sedikit telah mentransfer ilmu pengleakan kepada orang-orang yang belajar ilmu Leak. Namun, Mangku Teja bukanlah, atau tidak menggunakan ilmu Leaknya untuk menyakiti orang, dia justru malah sebaliknya seringkali menggunakan ilmu leaknya untuk mengobati orang yang menderita berbagai macam jenis penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai yang berat seperti kanker, hebat yach. Dari sana sebenarnya dapet dibuat sebuah kesimpulan “sementara ” bahwa ilmu pangleakan bukan selamanya menjadi ilmu sesat untuk mencelakai orang. Tetapi ilmu yang juga dapat digunakan untuk kebaikan, sama halnya dengan ilmu putih. Semua tergantung pada manusia yang menggunakannya.

Aku pribadi meskipun sebagai orang (muslim) Bali asli, belum pernah sekalipun melihat penampakan manusia jadi-jadian atau wujud leak ini, yang saya liat hanya berupa sinar merah menyala berukuran jumbo😀. Memang tidak semua orang mampu melihat wujud leak dalam berbagai rupa, karena menurut keyakinan yang berkembang di Bali, yang bisa melihat wujud Leak adalah mereka yang termasuk ke dalam kelompok darah nyem (dingin), sebaliknya yang tidak bisa melihat wujud Leak adalah yang termasuk berdarah panas, jadi aku ini termasuk ke dalam berdarah panas😀.

Konon jenis leak Hitam yang paling ganas berwujud garuda, tepatnya manusia bertubuh tinggi besar dengan kepala berbentuk kepala burung garuda, bermata merah, dan kakinyapun berbentuk kaki burung garuda, serta mempunyai sayap. Leak garuda ini biasanya terbang kemudian menangkap mangsanya hidup-hidup berupa manusia, yang setelah ditangkapnya kemudian dibawa terbang dan lantas dilahapnya, hiiii..😀

Yang jelas lebih baik mempelajari hal-hal yang positif dan nggak memiliki resiko permanen, daripada mempelajari ilmu leak yang akan terus diwariskan ke anak-cucu sampai waktu yang tak terhingga. Dan jangan lupa, hanya kepada Tuhan sajalah tempat kita berlindung dari segala macam godaan syitan yang terkutuk, amin😀 !

Kayaknya?

November 17, 2007 - Leave a Response

Ooohh, kayakanya rencanaku untuk hosting berbayar harus aq tunda dulu. Ada beberapa alasan sih, pertama, tidak seperti ucapan aq dipostingan yang dulu untuk bisa aktif ngeblog, tapi sebaliknya sekarang sepertinya aq nggak bisa atau mungkin belum bisa aktif, baik karna sibuk, dah dapet kerja bo🙂, ataupun karna belum terlalu serius juga ngeblognya. Sayang khan kalau nanti abis beli hosting, trus itu blog nggak diurus! Selain itu juga, soal domain yang harus beli, maklum si Kaka nggak bersedia ngasih satu domain .or.id nya, si kaka pelit ach😛. Tapi yang paling uatama adalah yah seperti aq bilang diatas,kalau aq belum bisa serius ngeblog, coba saja bayangin, orang diblog gratis ini saja, aq hanya baru posting beberapa saja. Untuk waktu depan, mungkin aq usahakan agar bisa serius dan pake hosting berbayar biar resmilah hehehe😀

Hosting Berbayar

November 11, 2007 - 4 Responses

Sejujurnya saja, aq sudah mau bosan pake hosting gratisan di disini, pengennya hosting yang di berbayar. Soalnya disini aq ngerasa nggak bebas, dan memang kelihatannya lenih bebas upload apa saja, atu pake plugin apa saja kalu punya blog di hosting yang berbayar. Kalau tidak ada halanga sih, pengennya hosting di Masterwebnet atau Ardhosting, atau minimal di tempat hosting blognya Kaka. Yang masih jadi kendala adalah masih bingung pilih nama domain yang bagus, pokoknya nama domain yang kelihatannya modern dan cakep kayak aq gitu lho hahaha😀 ..tapi kalau Kaka bersedia ngasih satu domain .or.id nya kayaknya bisa tenang dech pikiran aq heheeh.. tinggal nunggu konfirmasi saja dari si doski🙂

Kem-Bali ke Bali

October 16, 2007 - 2 Responses

         Iyah, setelah sekian lama, kurang lebih tujuh tahun tunggang langgang di kota Jogja buat studi, akhirnya aku kem-Bali lagi ke tanah kelahiranku, Bali alias Pulau Dewata. Selama di jogja tentunya banyak hal yang aku dapetin dan alami, mulai dari yang baik, bahkan sampai yang paling buruk sekalipun. Universitas Islam Indonesia (UII) beserta jajarannya, tempat menimba ilmu di kota Jogja, juga tidak kalah garangnya dalam membina dan menempa mental aku selama menjadi mahasiswa disana. Sebenarnya berat juga sih ninggalin kota gudeg tsb, soale banyak kenangannya sih, tapi karna rumah terindah adalah rumah sendiri, maka aku harus pulang dan memang sudah pulang😀 ke Buleleng, Bali.

         Ada banyak hal yang tidak aku dapetin di Jogja, tapi di Bali aku bisa dapetin, kumpul-kumpul dengan keluarga misalnya, nongkrong di pantai kute, umpamanya, dan sebagainya. Selain itu, ada juga sih kerjaan di Bali, semacam wiraswasta gitu, jadinya ijazah S1 untuk sementara tidak terpakai. Malu sih nggak, tapi sepertinya sayang banget gitu lho, udah tujuh tahun kuliah, eh malah yang dipakai kerja bukan sang ijazah tsb, tapi ijazah alam, tau khan ijazah alam? itu lho.. pengalaman. Btw, sekarang aku dah kerja bareng team di Buleleng, Bali, tidak jauh-jauh soal ukir mengukir kayu dan batu, tau khan maksud aku?

Met Lebaran

October 11, 2007 - 3 Responses

ibeng.jpg

           Dihari yg indah dan fitri ini, aku ucaokan selamat hari lebaran, mohon maaf lahir dan batin, terutama untuk teman-teman akrab aku, seperti andri, kaka (makasih banget lho buat artikelnya tentang gadamer), dewi, haekal, dsb.. dan buat seluruh kaum muslimin dan muslimat dimanapun berada.

Aktif-Inaktif Ngeblog

October 7, 2007 - 3 Responses

Di antara rekan-rekan kampus/nongkrong, kemungkinan besar aq-lah yg paling gak rajib mengupdate blog, entah itu dalam bentuk posting biasa, posting artikel, atau yg lainnya. Bukannya males sech, tapi itu karna aq ada banyak kesibukan, ciiiee (sok sibuk ah)😀, tapi iya, aq emang 6 bulan terakhir sibuk ngurusin tugas akhir, ditambah lagi dah nyambi kerja, plus lagi belum punya koneksi internet seperti rekan2. Bisa dibayanginkan betapa ribetnya.

Tapi mulai bulan ini, insya allah, aq akan berusaha aktif ngeblog, soale TA dah kelar. Paling2 yah abis lebaran baru bisa aktif sekitar 70-80 % ngeblog, do’ain yah😀

 

Indo vs Malay [Lagu Rasa Sayange]

October 4, 2007 - 4 Responses

Setelah berkonfrontasi soal “tanah” dan lainnya, indonesia dan negeri jiran, malaysia kini kembali berkonfrontasi lagi, lucunya yg sekarang persoalannya adalah soal lagu Rasa Sayange. Konfrontasi ini gara-gara malaysia menggunakan lagu “Rasa Sayange” untuk “jingle” promosi wisata negara itu. Tak urung banyak pihak di indonesia protes, mulai dari DPR, bahkan sampe organisasi GMNI yg mengadakan demonstrasi menuntut agar malaysia ditindak tegas. Namun ternyata, pemerintah malaysia membantah pernah mengklaim lagu tersebut sebagai lagu asli dari malaysia. DUBES malaysia untuk indonesia, Dato Zainal, membantah penggunaan lagu Rasa Sayange menjadi lagu resmi promosi ‘Malaysia Truly Asia’ itu otomatis sebagai bentuk klaim dari Malaysia atas lagu tersebut.

 

So what gitu loh, lucu yach😀

Hikmah Sumpah Palapa

September 29, 2007 - 3 Responses

Sekarang makin terasa bahwa Sumpah Palapa yang dideklarasikan oleh Gajah Mada sungguh sangat sakti, suci, dan membawa berkah bagi kita rakyat dan bangsa Indonesia. Sakti, karena secara gaib nama Nusantara masih bisa dipakai sebagai tali pengikat di antara bangsa-bangsa yang mendiami kepulauan Nusantara. Padahal arti Nusanatara yang sesungguhnya adalah pulau-pulau lain di luar Jawa (Nusa berarti pulau, antara berarti lainnya). Suci dalam arti sumpah tersebut benar-benar diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa, artinya sumpah tersebut diberi kekuatan oleh Tuhan, berupa kekuatan persatuan dan kesatuan. Secara spiritual Nusantara harus diterima sebagai karunia Tuhan, yang walaupun di antara pulau-pulau terpisah satu sama lainnya oleh lautan, namun rasa kesatuan dan persatuan tetap terbentuk secara utuh menyeluruh. Oleh sebab itu Nusantara harus dipandang sebagai kumpulan kepulauan yang utuh menyeluruh, yang secara gaib dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia-manusia yang ber-Ketuhanan YME walaupun berbeda-beda suku, agama, dan Kepercayaannya. Membawa berkah bermakna tidak ada seorangpun yang rela kalau Nusantara dirobek-robek oleh penghuninya sendiri, kecuali oleh orang-orang yang tidak mengerti, yaitu orang-orang yang tidak berke-Tuhanan.

Gerakan Mason?

November 20, 2006 - Leave a Response

Kalo Menurut Harun Yahya, gerakan Mason itu mempunyai keterkaitan dengan paham humanisme dan materialisme. And emang dari buku Global Free Masonry karangan Harun yahya, kita dapati banyak sikap, ‘n pola pikir gerakan itu sama dengan pola pikir JIL (walo konteks zaman dan tempat berbeda). Tetapi di sisi lain emang ada pikiran2 yg dimasukin kedalam pemikiran agama2. Yang jelas pengalaman bagaimana peran humanisme di barat dalam meruntuhkan gereja, dapat diambil pelajaran bagi para aktivis untuk menghadapi para Mason berhidung pesek (JIL) melalui jargon humanismenya.

Israel versus Palestina

November 17, 2006 - Leave a Response

Bil ditelusuri lebih mendalam, konflik dua negara ini melibatkan dua variabel penting, yaitu politik dan juga agama (teologi). Dua hal ini menjadi isu penting dalam konteks konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina ini.

 

Sebagian kalangan menilai bahwa konflik yang terjadi di antara dua negara ini pada dasarnya dilandasi oleh motif dan landasan teologis. Kedua negara berkonflik dalam rangka merebut sebuah wilayah, yang menurut klaim teologis masing-masing, merupakan hak dasar kedaulatan wilayah kenegaraannya.

 

Peliknya, wilayah itu dianggap sebagai daerah suci yang memiliki dasar teologis dalam konsep teologis agama masing-masing negara: Palestina dengan dasar teologis Islam sedangkan Israel dengan dasar teologi Yahudi.

 

Read the rest of this entry »